Kita buta pada kebutaan sendiri. Satu babnya longsor sesudah bukunya dicetak, dan yang menguras keputusan ternyata bukan perut kosong tapi jumlahnya.
Kita buta pada kebutaan sendiri. Satu babnya longsor sesudah bukunya dicetak, dan yang menguras keputusan ternyata bukan perut kosong tapi jumlahnya.
Jembatan yang disembah dan siapa yang berdiri di sebelahnya, neraka yang tumbuh belakangan, dan kenapa yang menahan agama bukan pertanyaan besar tapi orang yang datang jam dua pagi.
Uang, negara, dan perusahaan sama-sama cerita yang disepakati bersama. Soal jebakan kemajuan, dan batas biologis kebahagiaan manusia.
Bukan panduan, bukan juga cermin. Satu langkah di dalamnya ternyata pernah saya ambil sendiri, dan tuduhan bahwa semua penolaknya sedang bermain itu ada batasnya.
Entropi, bias kognitif, dan ironi kaum terpelajar yang justru paling benci pada kemajuan.
Kunci gereja paling suci dalam Kristen dipegang keluarga Muslim selama delapan ratus tahun, dan tidak ada yang pernah menandatangani apa pun.
Satu babnya diberi judul rempah dan pembantaian. Banten menebangi pohon ladanya sendiri supaya selamat, dan kasus sebesar Cina dijawab dengan menunda pembuktian.
Gen yang egois justru menghasilkan makhluk yang murah hati. Memetika gagal jadi ilmu tanpa ada gantinya, dan satu kata di sampulnya bikin setengah abad salah paham.
Sebelas jilid diperas jadi seratus halaman kesimpulan, dan satu rantai paling menggoda di dalamnya dibatalkan oleh kalimat penulisnya sendiri.
Titik api selalu dipadamkan sampai bahan bakarnya menumpuk. Ujian kerapuhan cuma jalan di tempat yang ada angkanya, dan kebiasaan turun tangan mengambil pelajaran milik orang lain.
Kenapa singa dan rubah harus ada dua-duanya, kalimat warisan yang selalu dipotong dari tempatnya, dan satu keputusan sungkan yang tagihannya dibayar orang lain.
Kitab perang yang menyebut bertempur sebagai kegagalan. Kutipan terkenalnya dipotong dua per tiga, dan satu pos besar tidak pernah masuk pembukuannya sendiri.
Rekam jejak bersih bukan bukti aman. Sebutannya menentukan siapa yang salah, dan nasihat paling terkenal Taleb ternyata cuma berlaku buat orang yang sudah punya modal.
Tiga resepnya bertahan. Bahasa jati diri berubah jadi alat begitu berpindah mulut, dan otak kita punya jauh lebih banyak jalur untuk menginginkan daripada untuk menikmati.
Bukit yang panjang, penanda kekayaan yang sekarang rusak dari dua arah, dan cara membedakan sedang membayar ongkos dari sedang kehilangan.
Bagian bukunya yang paling banyak dikutip dan bagian yang paling banyak diuji ternyata bukan bagian yang sama.
Babi dilarang justru karena terlalu enak, sapi India ternyata kurang bukan kelebihan, dan aturannya ikut pindah ke tanah tempat semua sebabnya tidak berlaku.
Lelucon simpanse itu salah kaprah. Pensiunan mengalahkan analis intelijen, dan orang yang memperbaiki taksirannya justru disebut plin-plan.
Kebebasan cuma hidup kalau dua kekuatan sama-sama kuat. Negara sengaja dibiarkan kosong supaya elitenya tetap berkuasa, dan berhenti mengawasi bukan berarti diam di tempat.
Hutan bisa mati karena ditata terlalu rapi. Sejuta hektar gambut dikeringkan sebelum tanahnya diperiksa, dan kanalnya masih bekerja lama sesudah rencananya dibatalkan.
Pertanyaan Yali sebenarnya pertanyaan kita juga. Kuman lebih mematikan daripada pedang, dan Diamond menyebut sendiri satu kartu liar lalu menyatakannya nyaris tidak penting.
Larangan nikah sepupu yang membubarkan klan Eropa, alat ukur yang lahir di Barat lalu dipakai mengukur kita, dan ikatan kerabat yang melindungi dan membebani lewat orang yang sama.
Ekonomi perhatian, ironi budaya kerja modern, dan apa yang sebenarnya terjadi di kepala kita waktu mengerjakan banyak hal sekaligus.
Mesin absen menaikkan kehadiran perawat sampai dua kali lipat, lalu atasannya mulai membubuhkan izin resmi, dan setahun kemudian mereka datang lebih jarang daripada sebelum diawasi.
Ramalan 1997 yang mesinnya kena tapi besarannya terbalik, negara yang ternyata bersekongkol bukan bersaing, dan alat yang di sini justru menguatkan yang sudah kuat.
Membuang pilihan sendiri justru menguatkan posisi, asal lawan bisa melihatnya. Dan di tiap hitungan yang rapi selalu ada orang yang jadi taruhannya.
Tebakan, kritik, dan alasan kenapa manusia bukan sekadar buih kimia di pojok alam semesta.
Pemburu San memisahkan sebab dari kebetulan tanpa rumus, satu tabel senjata api yang jawabannya berubah menurut kubu pembacanya, dan Wikipedia sebagai susunan yang sengaja dipasang untuk menahan keberpihakan.
Kota kecil di California yang dikuasai 473 suara, lima aturan yang bunyinya seperti resep, Suharto di daftar kleptokrat, dan selisih antara dia dan Mobutu yang bukunya tulis lalu tinggalkan.
Empat dekade tanpa pernah dipilih, surplus tol yang tidak bisa disentuh gubernur, jembatan yang sengaja dibangun terlalu rendah untuk bus, dan cara membuat angka penggusuran jadi kecil tanpa berbohong.
Kakak beradik yang kehabisan alasan, tiga rasa moral yang di sini sudah diajarkan sejak TPA, dan semprotan bau kentut yang catatan kakinya sendiri mengaku tidak semua hasilnya bermakna.
Calas dipatahkan di atas roda lalu dibela dengan gambar salib, janda di Baroda yang membuat Inggris menemukan kata sekuler, dan ahli hukum kanon yang menjadikan sedekah kewajiban.
Anak dokter mati sebanyak anak tetangga sampai kuman ketahuan, perempuan India butuh enam puluh tahun untuk satu sentimeter, dan bantuan yang masuk lewat kas pemerintah memutus kabel antara negara dan warganya.
Pajak kepala di Madagaskar yang dinamai pajak mendidik, koin yang lahir di kas tentara, dan buku catatan di meja kondangan sebagai tempat utang budi berubah jadi angka.
Hammurabi menghukum mati tukang bangunan, Bob Rubin membawa pulang 120 juta dolar tanpa menulis cek, dan rapat penagihan janji yang kendur karena janjinya tidak pernah punya taruhan.
Buku satu yang isinya daftar utang, jubah ungu yang cuma bulu domba dicelup darah kerang, dan pesan jangan berharap Republiknya Plato dari orang yang paling bisa mewujudkannya.
Jepang diramal tak akan ada bandingnya di bidang keuangan, tiga tahun sebelum gelembungnya pecah. Kita masuk ke bukunya sebagai pin boling dalam hitungan orang lain, dan imperial overstretch ternyata jauh lebih sempit daripada bunyinya sekarang.
Tujuh putaran yang panjangnya 52 sampai 110 tahun untuk siklus yang katanya delapan puluh, jendela ramalan selebar dua puluh tahun, dan satu bagian soal cara orang tua membesarkan anak yang tetap berdiri tanpa siklusnya.
Sembah di pendopo, kata sahaya yang berganti jadi aku, dan seorang gadis yang dijual ayahnya seharga dua puluh lima gulden. Kekejaman di novel ini bentuknya kantor.
Dua puluh juta gulden habis untuk mengalahkan satu pangeran, lalu ditarik kembali dari petani yang sawahnya sudah rusak. Ramalan yang sudah menunggu orangnya, gerbang cukai yang menampung kemarahannya, dan satu lowongan yang sampai sekarang tidak pernah kosong.
Pepatah Sumeria menyuruh takut pada penarik pajak, bukan pada raja. Tembok Uruk dipasang untuk menahan orang di dalam, dan zaman gelap Yunani justru yang melahirkan Odyssey.
Ejekan Kandiaronk atas Eropa sampai ke ruang diskusi Paris dalam bentuk cetakan, seka di Bali menarik denda dari yang gengsi duduk di tanah, dan pertanyaan pokok setebal tujuh ratus halaman dijawab dengan usul sementara.
Tulang ikan hampir nol di tumpukan sampah orang Norse Greenland, seorang diktator yang malah menyelamatkan hutan, dan satu kata untuk lupa bahwa dulu langitnya tidak begini.
Malaka jatuh pada 1511 karena seseorang di Portugal menghitung bahwa Kairo, Mekah, dan Venesia akan ikut jatuh. Banda dan Ternate tidak muncul sekali pun di buku ini, dan kita hadir dengan nama yang diberikan pembeli.
Seekor anjing peking bernama Looty dijarah dari istana yang dibakar, dan satu indeks yang menarik enam belas ribu tahun jadi dua garis. Yang dijawab di sini pertanyaan yang ditinggalkan Diamond: kenapa Eropa, bukan Cina.
Satu badan pembeli tunggal cengkih pada 1990, satu kalimat yang bilang demokrasi bisa mendirikan kelaliman yang lengkap tanpa melanggar apa pun, dan jaminan sosial menyeluruh yang justru dibela penulisnya sendiri.
Ayam yang menyeberang jalan, hormon cinta yang cuma hangat ke orang sendiri, rem di otak yang baru terpasang di umur dua puluh lima, dan tiga penelitian yang sudah goyah sebelum bukunya dicetak.
Kursi yang ditinggalkan di lorong kantor, enam puluh delapan bagan bernomor, dan satu kalimat di halaman 321 yang perlu dibaca tiga kali untuk sampai ke isinya.
Lima tahap dari tulip sampai kripto dipasang ke 1997, penipuan yang selalu ketahuan waktu setoran barunya berhenti, dan daftar lima belas bank yang membuat lima puluhan bank sisanya diserbu.
Kedai kopi yang jadi Lloyd's, arisan yang menyelesaikan soal yang sama tanpa satu rumus pun, dan satu kata yang dipakai Bernstein untuk menerangkan kenapa bukan orang Arab yang sampai duluan.
Pemukul yang mengayun sebelum tahu bolanya dilempar, gagang pintu yang dipindah tujuh senti, tabungan yang sengaja dikunci dari diri sendiri, dan usul mengganti "pantas dihukum" dengan "bisa diubah" yang alat ukurnya harus dipegang seseorang.
Bagian ketiga dari jiwa menurut Plato, harga diri yang jadi bahasa terapi lalu bahasa gereja, dan dua kali Indonesia disebut di bukunya: bahasa yang dipilih pada 1928, dan Ahok.
Dua kolom Darwin berjudul Marry dan Not Marry, amplop kondangan yang jumlahnya diingat dua belah pihak, kampung Shrewsbury yang semua orangnya ingat kelakuanmu kemarin, dan cinta saudara yang harganya dibayar orang di luar keluarga.
Juru bicara di dalam kepala, efek kulit domba di lowongan kerja, dan papan penyumbang di dinding masjid yang sudah lebih dulu tahu isi teorinya.
Satu kalimat penawar untuk permainan Iya Tapi, hitungan sapaan yang terutang tiap Lebaran, dan rapat penagihan janji yang pelan-pelan jadi rapat laporan.
Tiga persen lawan tiga puluh tujuh persen, jembatan emas yang di sini cuma dibangun ke atas, dan satu kalimat yang disisakan bukunya untuk saat yang keliru ternyata kita.
Tiga puluh delapan jurus yang di ruang rapat keluar dengan nomor yang lain, dan satu catatan kaki tempat Schopenhauer nyaris membantah dirinya sendiri.
Serangan enam jam ke Yogyakarta dibaca lewat halaman 78 dan 84 bukunya, tiga perempat perkara yang tersembunyi di balik kabut, dan Sun Tzu, Clausewitz, serta Schelling diadu di satu meja soal tipu daya.
Satu legiun dari dua puluh sembilan dikirim tiga tahun ke gunung gurun tanpa nilai apa pun, cacat perbatasan yang dibetulkan malah memakan keleluasaan Roma untuk selamanya, dan Sriwijaya sampai ke jawaban yang sama tanpa meninggalkan satu pun catatan siasat.
Tiga ribu anak setahun diambil dari desanya supaya negara Utsmani tidak jadi urusan keluarga, satu kalimat Fukuyama soal India yang kena ke sini, dan Denmark yang sampai ke Denmark lewat dua kekalahan perang.
Rumus di balik The Dictator's Handbook, teka-teki kenapa Lenin memberi hak pilih semua orang, satu raja yang jadi pembaru di Belgia dan monster di Kongo, dan pilkada langsung 2005 dibaca lewat angka yang penulisnya sendiri sebut kasar.
Empat belas program dan 240.000 pilihan, tentara di parit yang berhenti saling membunuh tanpa satu pun perjanjian, dan dua hal yang sengaja dibuang Axelrod sebelum program pertama dijalankan.
Wills mati kelaparan dengan perut kenyang, pantangan ikan di Fiji memotong keracunan sepertiga tanpa ada yang bisa menerangkan sebabnya, dan burung ikut memilih letak ladang di Kalimantan.
Ketua jurusan yang bilang keuntungan berlipat itu tidak ada, bensin yang pada 1890-an dianggap paling tidak menjanjikan, dan satu makalah yang butuh empat belas kali tulis ulang sebelum ada jurnal yang mau.
Indonesia tercatat empat kali gagal bayar dan hampir tidak ada yang mengingatnya begitu, inflasi 900 persen 1966 sebagai cara diam-diam mengingkari utang, dan satu kesalahan rumus yang ikut mengatur anggaran satu benua.
Pilihan ketiga bank sentral yang tidak ada buat yang berutang dolar, VOC disebut enam belas kali tanpa satu pun pala, dan takaran korupsinya disusun dari survei orang yang sedang menimbang menaruh uang di sini.
Kalimat soal cuaca yang sebenarnya permintaan, pasien yang menggambar gajah cuma sebagai ekor dan belalai, dan satu pagar di halaman 30 yang membuat bukunya kebal terhadap temuan apa pun.
Empat kata di halaman 668 yang mencabut makna dari sejarah, pertanyaan pengganti yang aslinya soal berapa banyak yang sanggup dirusak seorang penguasa, dan kurikulum yang diganti serentak tanpa satu provinsi pun disisakan sebagai pembanding.
Tawanan yang membalik halaman, utang yang tidak lunas sepersepuluh ribunya, dan tingkatan bahasa yang saya kenal dari rumah. Benedict paling tepat waktu menerangkan aturan, dan paling meleset waktu membekukannya jadi watak bangsa.
Sembilan tahun sesudah terbit, mesinnya masih menerangkan tarif dan latihan tembak di selat, sementara penduduk Cina malah mulai menyusut. Perdebatan ahlinya dipindah ke lampiran, dan Hatta sudah menjawab pertanyaan bukunya pada 1948.
Empat puluh cara pegawai mencuri, gaji delapan ratus banding satu yang alasannya bukan kecakapan, dan daun lontar yang muncul lagi pada 1904 lalu disusun ulang penerjemahnya.
Anjing dan kuda juga diberi makan, seorang guru yang ketahuan membela penguasanya lalu menyebutnya keberuntungan, dan kolom di kartu penduduk yang memaksa kumpulan percakapan mengambil bentuk agama.
Hari pertempuran paling berdarah dalam sejarah Roma membunuh dua puluh ribu orang, dan wabah yang paling ringan membunuh tujuh juta. Cacar sendiri ternyata berkerabat dengan penyakit seekor hewan pengerat Afrika.
Setahun pada 1650, tiga minggu pada 1920: jarak Belanda ke Jawa dipakai mengukur seluruh sejarah dunia. Pedalaman Kalimantan tidak pernah ikut karena anginnya tidak sampai ke sana.
Hutan Massachusetts habis jadi arang, biodiesel nyaris tidak menghasilkan lebih banyak tenaga daripada yang dipakai untuk membuatnya, dan puluhan juta dapur di sini pindah bahan bakar dalam tiga tahun.
Campak butuh kota berpenduduk setengah juta orang untuk bisa bertahan hidup, kina dari perkebunan Jawa yang membuka pedalaman Afrika bagi orang Eropa, dan tentara yang dibaca sebagai daya tahan tubuh.
Tambang Inggris kebanjiran, tambang Cina kekeringan, dan dari selisih itu lahir mesin uap. Batavia dipakai Pomeranz sebagai percobaan pembanding, dan tanam paksa mengisi istilah lahan hantu dengan nama tempat yang kita kenal.
Yosia meratakan mezbah supaya tafsir tidak lepas dari Yerusalem, satu Tuhan yang lahir di pembuangan sebagai balas dendam, dan sumpah pela di Maluku yang menguji dalilnya langsung.
Raja Yahudi terakhir di Yaman, perbatasan yang cuma garis di atas pasir, sembilan nama tempat di Alquran, dan Abdul Malik yang mencetak nama Islam ke koin dan kubah.
Garam yang dilarutkan, orang bijak yang mengaku ingin seribu sapi, kata penutup yang tidak menyisakan celah untuk kebetulan, dan jalan memutar lewat Persia yang membawa naskah ini ke Schopenhauer.
Lubang di tengah roda, bab tiga yang mengisi perut dan mengosongkan kepala, dan dua kuburan yang dibuka pada 1973 dan 1993 lalu mengubah kalimat paling terkenal dari buku ini.
Semut yang dikendalikan parasit di halaman tiga, kolom agama di KTP, selembar seratus ribu yang cuma berharga karena orang lain percaya, dan mentimun yang boleh menggantikan sapi.
Tiang orang Achilpa yang patah, Borobudur dan Bali di halaman Eliade sendiri, garis Merapi ke Laut Selatan yang benar-benar diukur, dan bantahan yang ia serahkan sendiri di kata pengantarnya.
Boyer menyisir mesin di kepala yang meloloskan sebagian gagasan gaib dan membuang sisanya, mampir ke Jawa, lalu berhenti tepat sebelum pertanyaan kenapa orang datang jam dua pagi.
Konsesi hutan, jatah kredit bank negara, dan lelang yang pemenangnya sudah diketahui sebelum dibuka. Ledakan harga minyak 1970-an yang membayar semuanya, lalu 1998 memeriksa siapa yang masih punya apa-apa selain hubungan.
Tujuh ratus dua puluh jam mengarang di pondok dekat Cililitan, tabel ramalan Joyoboyo yang tiap barisnya ditandai gagal, dan tugu manusia najis yang sisi-sisinya sengaja dibiarkan kosong.
Utang yang memang tidak dirancang untuk bisa lunas, satu naskah lontar rampasan yang ikut menentukan bentuk peta kita, dan alasan seorang ahli bahasa Belanda melarang pemakaian bahasa Melayu di depan bupati.
Tujuh tiang batu di Kutai, kata sengsara yang dulu berarti daur kelahiran kembali, dan Sriwijaya yang baru punya nama pada 1918.
Kapal yang nakhoda sejatinya disebut tukang menatap bintang, kebohongan yang menurut Socrates sebaiknya dipercaya penguasanya juga, dan kota yang katanya tidak penting pernah ada atau tidak.
Al-Farabi menaruh kenabian di daya khayal, Al-Ghazali meringkas Ibnu Sina sebelum menyanggahnya, Ibnu Rusyd membantah dirinya di pinggir halaman, dan lima puluh naskah Latin membawa semuanya ke Eropa.
Tiga syarat supaya orang yang benar dipercaya, premis yang sengaja tidak diucapkan supaya pendengar mengisinya sendiri, dan pengakuan di bab terakhir bahwa cara penyampaian menang karena pendengarnya sudah rusak.
Jatah pasukan berkuda tiga dan pejalan kaki satu, dua belas kali kitabnya berhenti pada Wallahu a'lam, dan penyunting yang mencantumkan sendiri dua bait syair yang ia buang karena terlalu vulgar.
Satu abad diceritakan lewat hidup Pramoedya, hukum kolonial yang isinya ras, dan lima puluh pemulung yang mencoblos dua ratus lima puluh kali.
Lima puluh tiga wawancara mendalam, spanduk mahasiswa 1973, dan keluhan lama soal bahan mentah yang diangkut mentah. Bebas aktif dibedah sebagai hitungan, bukan asas.
Tiga persen setahun yang harus diserap entah ke mana, menara kosong dan sawah dipagari seng sebagai tempat pembuangannya, dan bank yang dijual obral sesudah 1998 sebagai contoh mengambil, bukan membuat.
Setahun dan hampir 150 wawancara di Denmark dan Swedia, 83 persen yang tetap membayar iuran gereja tanpa percaya, dan bab tentang sebabnya yang lebih hati-hati daripada judul bukunya.
Pintu yang engselnya lupa diminyaki, dua stoples cengkih dan kunyit di ruang tamu Paris, dan sebuah novel Indonesia yang terpaksa membawa daftar istilahnya sendiri supaya pembaca di sini paham.
Duta besar Amerika yang mengusulkan, wartawan Amerika yang mencatat, nelayan yang berjalan kaki dua puluh tiga hari untuk mencium kakinya, dan satu bab pembuangan di Flores yang jadi bagian terbaiknya.
Buku pedoman 1957 yang sudah meleset sejak 1954, jimat kebal seorang letnan kolonel, jatah gula dan margarin yang dipotong, dan dua lampiran yang menolak menyimpulkan lebih cepat daripada buktinya.
Perangkat negara yang berhenti jadi alat, perjalanan dinas yang dibagi bergilir, 542 perkebunan yang berpindah tangan seminggu lebih dulu daripada kabinetnya, dan satu kalimat 1966 yang ternyata berlaku tiga puluh dua tahun.
Delapan puluh persen tenaga yang memang wajar habis di angin puyuh, aturan uji yang cuma diarahkan ke tim sebelah dan tidak pernah ke atas, dan Tim Cook menolak gagasan bagus tiap hari tanpa ada yang menitipkan proyek padanya.
Kegaduhan justru melahirkan undang-undang, dan satu bab yang kelihatannya membela orang banyak padahal sedang membicarakan hal yang sama sekali lain.
Coba kata lain, atau buka lagi seluruh raknya.