Ditulis sebagai panduan, dan saya tidak mau berpura-pura membacanya sebagai cermin.

Namanya sudah jadi kata sifat, dan kata sifat yang tidak pernah dipakai untuk memuji.

Mungkin karena itu hampir semua orang yang mengutipnya mengambil jarak dulu. Katanya buku ini dibaca sebagai cermin, bukan sebagai panduan. Cuma untuk mengerti cara kerja kekuasaan, bukan untuk memakainya.

Saya tidak mau berpura-pura begitu.

Buku ini disusun sebagai panduan, kalimat-kalimatnya berbentuk perintah, dan penulisnya memang sedang menasihati orang yang berkuasa. Menolak membacanya begitu tidak membuat pembacanya jadi lebih bersih. Yang terjadi cuma satu: kita kalah oleh orang yang membacanya persis seperti yang dimaksud penulisnya.

Singa dan rubah, dan kenapa harus dua-duanya

"He ought of beasts to choose both the lion and the fox; for the lion cannot guard himself from the toils, nor the fox from wolves. He must therefore be a fox to discern toils, and a lion to drive off wolves."

Dari binatang, ia harus memilih dua sekaligus, singa dan rubah. Sebab singa tidak bisa menjaga dirinya dari jerat, dan rubah tidak bisa menjaga dirinya dari serigala. Jadi ia harus jadi rubah untuk mengenali jerat, dan jadi singa untuk mengusir serigala.

Ini sering dikutip seolah soal waktu: kapan harus keras, kapan harus luwes. Bukan itu yang ditulisnya. Machiavelli bilang keduanya harus ada sekaligus, dan yang satu tanpa yang lain tidak akan bertahan.

Bedanya besar. Membaca perumpamaan itu sebagai soal waktu berarti kita boleh memilih jadi salah satu dan merasa cukup. Orang yang cuma kuat akan kena jerat yang tidak dilihatnya. Orang yang cuma pandai membaca keadaan akan aman dari jerat dan tetap habis oleh yang datang menyeruduk terang-terangan.

Di musim pilkada, tokoh yang lima tahun lalu paling keras berteriak soal perubahan bisa duduk tenang di koalisi yang dulu ia sebut bagian dari masalah. Pendukungnya bingung dan lawannya menuduhnya menjual diri. Menurut ukuran Machiavelli, yang perlu ditanya bukan dia munafik atau tidak, tapi apakah dia mengenali jeratnya, dan apakah masih ada singanya kalau nanti serigalanya datang.

Kalimat yang paling sering dipotong dari tempatnya

Satu kalimatnya beredar ke mana-mana:

"For men will sooner forget the death of their father than the loss of their patrimony."

Orang akan lebih cepat melupakan kematian ayahnya daripada kehilangan harta warisannya.

Dikutip sendirian, kalimat itu terdengar seperti keluhan tentang betapa rakusnya manusia. Di bukunya kalimat itu bukan keluhan, tapi alasan dari sebuah perintah, dan perintahnya ada tepat sebelumnya: di atas segalanya, jangan sentuh milik orang.

Jadi ini aturan kerja, bukan renungan. Menghukum orang boleh, katanya, asal sebabnya jelas. Mengambil hartanya jangan. Yang satu itu diingat seumur hidup.

Dan kita tidak perlu contoh dari jauh. Sepetak tanah cukup untuk meretakkan satu keluarga besar. Waktu ayahnya meninggal semua berpelukan. Enam bulan kemudian sertifikatnya dicari-cari, dan yang tadinya saling menguatkan sudah tidak saling menyapa di kondangan.

Bab yang paling susah

Machiavelli bertanya mana yang lebih baik, ditakuti atau dicintai, dan jawabannya bukan yang biasa dikutip orang.

Penguasa yang lembek justru yang paling kejam. Karena ia menghindari beberapa keputusan keras di awal, kekacauannya tumbuh pelan-pelan, dan ongkosnya akhirnya ditanggung jauh lebih banyak orang. Yang bertindak keras di awal kelihatan kejam, tapi korbannya lebih sedikit dan jelas siapa yang harus disalahkan.

Saya pernah ada di pilihan itu, dan saya ambil yang salah.

Ada hal yang sudah lama kelihatan tidak beres, dan saya biarkan, karena membereskannya berarti membuat beberapa orang jadi tidak nyaman. Waktu akhirnya harus dibereskan juga, yang menanggung repotnya sudah bukan cuma mereka. Sudah menyebar ke orang yang bahkan tidak tahu asal masalahnya.

Sungkan itu terasa seperti kebaikan selama dijalankan. Tagihannya datang belakangan, dan yang membayar bukan orang yang menikmati sungkannya.

Nabi yang bersenjata, dan yang tidak

Bab keenamnya jarang ikut dikutip, dan isinya paling kena buat siapa pun yang pernah memasang cara kerja baru di tempat yang cara lamanya masih jalan.

"there is no more delicate matter to take in hand, nor more dangerous to conduct, nor more doubtful in its success, than to set up as a leader in the introduction of changes. For he who innovates will have for his enemies all those who are well off under the existing order of things, and only lukewarm supporters in those who might be better off under the new."

Tidak ada pekerjaan yang lebih peka dipegang, lebih berbahaya dijalankan, dan lebih tidak jelas hasilnya, daripada tampil memimpin sebuah perubahan. Sebab orang yang membawa hal baru akan bermusuhan dengan semua orang yang selama ini nyaman di bawah tatanan yang ada, dan cuma dapat pembela setengah hati dari orang yang justru akan lebih beruntung di bawah tatanan yang baru.

Sebabnya ia sebut dua, dan yang kedua yang paling terpakai: orang tidak akan mengakui nilai sesuatu yang baru sampai melihatnya terbukti oleh kejadian (hal 23). Selama masa pembuktian itu berlangsung, yang menyerang menyerang dengan penuh semangat, dan yang membela membela dengan malas.

Machiavelli tidak berhenti di situ. Ia memasang satu syarat, dan syaratnya cuma soal apakah pembaru itu berdiri di atas kekuatannya sendiri atau bergantung pada belas kasihan orang lain. Semua nabi yang bersenjata menang, tulisnya, dan semua nabi yang tidak bersenjata hancur. Savonarola dipakainya sebagai contoh yang kedua: susunan barunya bubar begitu orang banyak mulai goyah percayanya.

Bagian itu yang mengubah kalimat pembukanya dari penghiburan jadi tagihan. Perubahan yang sedang saya kerjakan jalan bukan karena orang setuju. Jalan karena ada yang mengizinkan dari kursi yang cukup tinggi, dan izin itu senjatanya. Yang menyerang tetap menyerang dengan semangat penuh, dan itu memang sudah tertulis di sini lima ratus tahun lalu.

Yang tidak tertulis berapa lama senjata itu dipinjamkan.

Setengah, atau sedikit kurang

"Fortune is the mistress of one half our actions, and yet leaves the control of the other half, or a little less, to ourselves."

Nasib menguasai setengah dari perbuatan kita, dan menyisakan setengahnya lagi, atau sedikit kurang dari itu, untuk kita urus sendiri.

Perhatikan "atau sedikit kurang". Bahkan bagian yang ia serahkan kepada kita pun tidak ia jamin utuh.

Lalu nasib itu ia samakan dengan sungai yang sedang mengamuk. Meluap ke dataran, menghanyutkan pohon dan rumah, memindahkan tanah dari satu tepi ke tepi seberangnya. Semua orang lari dan tidak ada yang sanggup menahan. Tapi sungai yang sama bisa disiapkan tanggulnya, jauh sebelum musim hujan datang.

Perumpamaan itu tidak perlu diterjemahkan buat kita. Banjirnya datang tiap tahun, di bulan yang kurang lebih sama, dan tiap tahun juga ada yang kaget.

Bagian ini juga yang terpakai waktu membaca Guns, Germs, and Steel. Diamond mengganti ras dengan geografi, lalu menyingkirkan kebetulan karena menurutnya nyaris tidak penting untuk keperluan bukunya. Machiavelli menaruh kebetulan di tengah meja lima ratus tahun lebih dulu, dan tidak berpura-pura tahu persis ukurannya.

Yang menyulitkan bacaan ini

Kalau buku ini dipegang sebagai panduan, ada dua hal yang harus ikut dihitung.

Pertama, penulisnya sedang melamar kerja. The Prince ditulis waktu Machiavelli baru dipecat, disiksa, dan dibuang ke desa, lalu dikirimkan kepada keluarga Medici yang baru berkuasa. Lamaran kerja ditulis dengan nada yang menyenangkan calon majikan.

Kedua, ada bukunya yang satu lagi. Discourses on Livy, ulasan panjangnya atas sepuluh buku pertama sejarah Romawi karya Titus Livius, ditulis pada periode yang sama dan jauh lebih tebal. Di situ Machiavelli justru membela pemerintahan republik, curiga pada penguasa tunggal, dan berargumen bahwa rakyat biasa lebih bisa dipercaya menjaga kebebasan daripada kaum bangsawan.

Dua buku itu susah didamaikan, dan ada satu keterangan kecil yang memberatkan salah satunya. The Prince dikirim kepada keluarga Medici yang baru berkuasa. Discourses dipersembahkan kepada dua kawannya sendiri, Zanobi Buondelmonti dan Cosimo Rucellai, orang yang tidak punya kuasa apa pun atas hidupnya. Yang satu ditulis untuk orang yang bisa memberinya pekerjaan. Yang satu lagi untuk orang yang tidak bisa memberinya apa-apa.

Rousseau termasuk yang menyimpulkan The Prince sebenarnya sindiran. Saya tidak sampai ke sana, tapi kalau harus memilih mana yang lebih dekat ke pendapat Machiavelli sendiri, jelas bukan buku yang sedang dikirim ke calon majikan.

Itu tidak membatalkan apa pun. Itu cuma memberi tahu panduan macam apa ini sebenarnya: panduan yang penulisnya sendiri kemungkinan besar tidak percaya pada bentuk pemerintahan yang sedang ia nasihati.

"Every one sees what you seem, but few know what you are."

Semua orang melihat kamu tampak seperti apa, dan cuma sedikit yang tahu kamu sebenarnya siapa.

Machiavelli menulis itu sebagai siasat untuk yang memerintah. Dibalik dan dibaca dari sisi yang diperintah, dari sisi kita yang tiap lima tahun disodori baliho, kalimatnya berhenti jadi petunjuk dan berubah jadi peringatan.

Justru itu yang membuat saya tetap menyebutnya panduan. Panduan tidak cuma kepakai oleh yang memegang kuasa. Kepakai juga oleh yang sedang dikerjai olehnya, asal tahu sedang membaca apa.

Wajah yang digambar mesin

Kalimat tentang tampak dan sebenarnya itu ditulis untuk zaman waktu wajah seseorang cuma bisa dilihat orang yang pernah berada satu ruangan dengannya.

Pemilihan presiden 2024 memberi bentuk baru untuk kalimat yang sama. Salah satu pasangan calon memakai gambar buatan mesin sebagai wajah kampanyenya: bentuknya bulat, gerakannya lucu, dan sama sekali tidak menyerupai gambaran yang menempel pada orang itu selama tiga dasawarsa sebelumnya. Yang beredar bukan foto yang dipilih baik-baik. Yang beredar gambar yang tidak pernah ada bendanya, dibuat perangkat gambar, lalu disebar dalam ribuan versi.

Cara itu terbukti mempan, dan sesudahnya ditiru di banyak pemilihan kepala daerah.

Machiavelli menyediakan satu nasihat untuk keadaan begini, dan nasihatnya untuk yang memerintah: kelihatan berbelas kasih itu berguna, dan benar-benar berbelas kasih setiap saat itu berbahaya. Yang tidak ia sediakan alat buat pihak sebelah sini.

Di zamannya, jarak antara tampak dan sebenarnya masih bisa diperkecil dengan mengamati. Orang bisa melihat siapa yang dihukum, siapa yang dimaafkan, dan siapa yang dinaikkan. Sekarang bagian yang tampak dikerjakan orang lain, dengan perangkat, dan bisa diganti seluruhnya dalam satu musim kampanye.

Kalimatnya tetap berlaku. Cuma sekarang paruh pertamanya, semua orang melihat kamu tampak seperti apa, tidak lagi memberi keterangan apa pun tentang paruh keduanya.

Infografis

Infografis The Prince bahasa Indonesia Buka ukuran penuh

Baca berikutnya