Seekor anjing peking diambil dari puing Istana Musim Panas di Beijing yang baru dibakar tentara Inggris dan Prancis pada 1860, lalu dihadiahkan kepada Ratu Victoria. Anjing itu diberi nama Looty, dari kata loot, jarahan. Ia hidup tua di Balmoral.
Seluruh buku Morris berdiri di atas satu pertanyaan tentang anjing itu: kenapa Looty yang berakhir di Skotlandia, dan bukan Pangeran Albert yang berakhir di Beijing.
Bukunya dibuka dengan adegan yang tidak pernah terjadi. London, 3 April 1848. Victoria bersujud di papan dermaga, kehujanan, sudah dua puluh menit, bersama Albert dan Duke of Wellington dan separuh isi istana, menunggu armada Cina yang kapal induknya kebesaran untuk merapat. Sebagian dari itu memang terjadi. Pada April 1848 ada kapal Cina bernama Qiying yang masuk ke East India Docks, dan Victoria memang datang ke tepi sungai. Bukan untuk bersujud. Kapalnya jung kayu bercat, dibeli pedagang Inggris di Hong Kong, dan Victoria datang sebagai penonton.
Morris cuma butuh satu halaman untuk membuat urutan dunia yang kita anggap sudah dari sananya terbaca sebagai hasil. Dan hasil bisa saja lain.
Dari enam ratus halaman sesudahnya, anjing itu yang paling lama tinggal.
Malas, serakah, takut, dan tidak tahu sedang mengerjakan apa
Sebelum indeksnya, sebelum grafiknya, Morris memasang satu kalimat yang ia sebut Teorema Morris:
"Change is caused by lazy, greedy, frightened people looking for easier, more profitable, and safer ways to do things. And they rarely know what they're doing."
Perubahan disebabkan oleh orang yang malas, serakah, dan ketakutan, yang sedang mencari cara yang lebih gampang, lebih menguntungkan, dan lebih aman untuk mengerjakan sesuatu. Dan mereka jarang tahu apa yang sedang mereka kerjakan (hal 43).
Kalimat kedua itu yang paling saya pakai, dan hampir selalu hilang waktu bukunya diringkas orang.
Kesalahan menilai yang paling sering dilakukan siapa pun yang gemar membaca kuasa memang mengira orang lebih terencana daripada aslinya. Begitu kita terbiasa melihat siasat, siasat akan kelihatan di mana-mana, padahal banyak hal cuma reaksi sesaat, kelelahan, dan kebetulan. Morris memasang pengaman itu di halaman empat puluh tiga, lalu menjalankannya selama enam ratus halaman berikutnya.
Empat hal yang bisa dihitung, dan pengakuan penulisnya sendiri
Perdebatan peradaban mana yang lebih maju tidak pernah selesai, sebab tiap pihak memakai ukurannya sendiri. Morris memilih menghitung.
Ia mengambil empat hal yang bisa diangkakan: berapa banyak tenaga yang sanggup dipakai tiap orang, seberapa besar penduduk yang tinggal di kota, seberapa jauh keterangan bisa disimpan dan dikirim, dan seberapa besar kekuatan perangnya. Keempatnya ia gabung jadi satu bilangan, lalu ia tarik jadi garis untuk Timur dan Barat sepanjang enam belas ribu tahun.
Ukuran pertama itu sendiri sudah cukup untuk satu buku, dan bukunya ada di rak ini juga: Energy and Civilization, yang menghitung seluruh sejarah manusia dalam joule per orang per tahun.
Yang layak dihargai dari Morris, ia tidak berpura-pura hitungannya kokoh:
"making a social development index is chainsaw art. The best an index can do is to give us a rough, good-enough approximation that makes the index designer's assumptions explicit."
Menyusun indeks perkembangan sosial itu seni memahat dengan gergaji mesin. Yang paling bisa dilakukan sebuah indeks cuma memberi taksiran kasar yang cukup baik, dan yang membuat andaian penyusunnya terbuka untuk dilihat orang (hal 686).
Andaian yang terbuka bisa dibantah orang lain dengan angka. Watak bangsa tidak bisa.
541, dan tahun yang sama di rak sebelah
Garis yang keluar tidak mendukung cerita yang biasa dibanggakan kedua belah pihak. Barat unggul di awal, lalu pada 541 kedua garis berpotongan, dan Timur bertahan di depan sampai 1773.
Morris sendiri menandai bahwa tanggal setepat itu tidak masuk akal, sebab angka itu cuma berlaku kalau hitungannya dianggap benar sampai satuan terkecil (hal 189). Tetap saja tahunnya menarik.
Tahun 541 juga tahun waktu penyakit baru muncul di Mesir. Orang demam, selangkangan dan ketiaknya membengkak, dan dalam dua hari sebagian besar mati. Morris menulisnya sendiri di halaman 378. Wabah itu diurus sampai ke genom kumannya di The Fate of Rome, di rak yang sama.
Jadi begini cara memakai indeks ini yang menurut saya benar. Garis Morris mencatat bahwa sesuatu terjadi pada 541. Garis itu tidak menerangkan apa yang terjadi. Termometer bagus sekali untuk memberi tahu bahwa badan sedang panas, dan tidak pernah memberi tahu kenapa.
Ada satu temuan lagi dari grafik yang sama, dan yang ini lebih susah dibantah. Morris menemukan langit-langit keras di sekitar empat puluh tiga angka indeks. Barat menabraknya pada abad pertama Masehi, lalu jatuh berabad-abad. Timur menabrak angka yang sama seribu seratus tahun kemudian, lalu jatuh dengan cara yang mirip (hal 433). Dua kali, di dua ujung Eurasia, di ketinggian yang sama.
Pertanyaan yang ditinggalkan Diamond
Guns, Germs, and Steel berhenti di titik yang jelas. Kalau keunggulan Eurasia datang dari tanaman, hewan, dan sumbu timur-barat, mestinya Cina yang menang, bukan Eropa. Cina punya semuanya lebih dulu dan lebih banyak.
Morris menyebut jenis jawaban seperti itu penguncian jangka panjang, dan ia menolaknya, sekaligus menolak lawannya, yaitu kecelakaan jangka pendek:
"It was the ongoing interplay between these laws, not long-term lock-ins or short-term accidents, that sent Looty to Balmoral rather than Albert to Beijing."
Yang mengirim Looty ke Balmoral dan bukan Albert ke Beijing adalah kerja bersambung antara hukum-hukum itu, bukan penguncian jangka panjang dan bukan pula kecelakaan jangka pendek (hal 52).
Jawabannya tetap geografi, tapi geografi yang harganya naik turun. Selama kapal masih kecil dan cuma berani menyusur pantai, Samudra Atlantik itu jalan buntu, dan Eropa Barat cuma ujung dunia yang jauh dari keramaian. Begitu kapal sanggup menyeberang samudra, garis pantai yang sama berubah jadi tanah termahal sedunia, dan letak Cina yang tadinya paling enak, di tengah-tengah daratan Eurasia, malah jadi beban.
Morris menamainya keuntungan dari ketertinggalan. Daerah yang tadinya tidak diperhitungkan bisa menemukan keuntungan justru pada ketertinggalannya, sebab kemampuan yang naik mengubah sumber daya apa yang dibutuhkan (hal 50).
Bentuk kecilnya ada di jalan raya. Kota-kota kecil di sepanjang jalur lama Jawa dulu hidup dari orang yang harus berhenti: rumah makan, bengkel, penginapan, pasar tumpah. Tolnya dibuka, kendaraannya lewat di atas, dan dalam beberapa tahun deretan rumah makan itu tutup satu per satu. Tanahnya tidak pindah. Yang berubah harganya.
Dan kebalikannya juga jalan. Sambungan telepon rumah tidak pernah sampai ke sebagian besar rumah di sini, dan justru karena itu perpindahan ke telepon genggam berlangsung tanpa hambatan. Hal yang sama terjadi pada kartu kredit dan QRIS. Yang tidak punya barang lama tidak perlu membongkarnya lebih dulu.
Alasan kenapa jawaban itu tetap kurang lengkap ada di The Great Divergence, yang menaruh pemisahannya jauh lebih belakangan dan pada dua hal yang jauh lebih kecil.
Satu garis, dua berita utama
Sebagai alat ukur indeks ini bagus. Yang saya tolak cuma satu pekerjaan tambahan yang sering dibebankan kepadanya, yaitu memberi tahu ke mana dunia sedang menuju.
Dari grafik yang sama bisa ditarik dua kalimat yang bertabrakan, dan dua-duanya milik Morris.
Yang pertama sudah beredar luas: Timur memimpin seribu dua ratus tahun, jadi zaman Barat di atas itu cuma selingan. Yang kedua ada di lampiran bukunya sendiri, dan hampir tidak pernah dikutip orang. Sejak akhir zaman es, tulisnya, perkembangan Barat lebih tinggi daripada Timur selama 92,5 persen waktu (hal 683).
Dua-duanya benar, sebab keduanya menghitung hal yang berbeda dari satu garis yang sama. Yang menentukan kalimat mana yang jadi berita utama bukan grafiknya, tapi selera pembacanya.
Kotak Timur dan Barat juga kelewat gemuk. Tidak pernah ada satu Timur dan tidak pernah ada satu Barat, dan wilayah mana yang dipakai mewakili masing-masing pada tahun berapa ikut menentukan hasil hitungannya.
Lalu ramalannya. Morris menaruh Timur unggul lagi sebelum abad ini habis. Angkanya bisa saja benar, dan tetap tidak berarti banyak, dengan alasan yang sudah dipasang The Rise and Fall of the Great Powers: bagian sebuah negara atas kekuatan dunia pasti mengecil tiap kali ada negara lain yang tumbuh, jadi menyusut secara nisbi selalu benar untuk siapa pun yang pernah di atas.
Buang tafsir arahnya, dan bagian terbaik bukunya baru kelihatan. Satu ukuran yang jalan ke dua arah, sebab ukuran yang sama menerangkan kenapa Timur naik pada 541 dan kenapa Barat naik pada 1773, tanpa dalilnya perlu diubah di tengah jalan. Buku sejarah besar jarang lulus ujian itu.
Anjing itu sampai ke Balmoral karena harga sebuah garis pantai naik pada abad yang tepat, dan bukan karena ada yang merencanakannya.
Yang belum bisa saya jawab, letak mana yang hari ini sedang berubah harganya tanpa kita sadari. Kalau Morris benar, jawabannya baru kelihatan sesudah semuanya lewat, dan yang menghitungnya nanti bukan kita.
Dua ramalannya, diperiksa di tengah jalan
Bukunya menaruh dua ramalan yang tanggalnya jelas, dan itu jarang. Produk domestik bruto Cina akan melewati Amerika sekitar 2030, dan belanja militernya menyusul sebelum 2040.
Setengah jalan menuju tanggal pertama, keadaannya begini.
Diukur dengan nilai tukar, Amerika masih di atas. Selisihnya menyempit dari sekitar dua banding satu pada 2010 jadi sekitar satu setengah banding satu sekarang. Pertumbuhan Cina ditaksir melambat ke kisaran empat persen untuk 2026, sementara Amerika di kisaran dua persen, dan dengan laju seperti itu penyusulannya diperkirakan mundur ke awal tahun 2030-an.
Diukur dengan daya beli, Cina sudah melewati Amerika sejak 2014, dua belas tahun lebih awal dari tanggal yang ia sebut.
Jadi ramalannya benar dan salah sekaligus, dan yang menentukan alat ukurnya. Itu keberatan yang sama yang saya tulis di atas tadi, cuma sekarang bisa ditunjuk dengan angka.
Yang justru menguatkan bukunya bagian yang lain. Ukuran buatan Morris sendiri tidak memakai produk domestik bruto. Empat hal yang ia hitung tenaga yang bisa ditangkap, ukuran kota, kemampuan memindahkan keterangan, dan kemampuan berperang. Diukur begitu, penyusulannya sudah berjalan lama, dan ia tidak menunggu satu tahun tertentu untuk terjadi.
Susunan bukunya: bagiannya apa saja, mana jantungnya, mana yang boleh dilewat.
Bentuknya
Dua bagian besar. Bagian satu tiga bab yang memasang alat ukurnya. Bagian dua tujuh bab yang memakai alat itu ke seluruh sejarah manusia, dari zaman es sampai ramalan tentang abad ini.
Alatnya satu angka yang disusun sendiri oleh Morris, dan disusun dari empat hal yang menurutnya bisa dihitung untuk zaman mana pun: berapa banyak tenaga yang dipakai satu orang, seberapa besar kota terbesarnya, seberapa jauh kemampuan berperangnya, dan seberapa cepat keterangan bisa berpindah. Empat itu digabung jadi satu angka, lalu ditarik jadi garis untuk Timur dan Barat sepanjang enam belas ribu tahun.
Seluruh buku berdiri di atas garis itu, jadi bab yang menyusunnya wajib dibaca.
Bagian Satu: alatnya, bab 1 sampai 3
Bab 1 dan 2 menyusun perkaranya dan membantah dua jenis jawaban yang biasa dipakai: bahwa Barat menang karena ada yang istimewa pada orangnya, dan bahwa kemenangannya cuma kebetulan belaka.
Bab 3 yang paling penting, karena di situ alat ukurnya dibuka apa adanya, lengkap dengan pengakuan penulisnya sendiri tentang seberapa kasar sebagian angkanya. Pengakuan itu bagian dari kejujuran bukunya, dan sering dilewat pembaca yang cuma melihat grafiknya.
Di bagian ini juga ada kalimat yang jadi tulang seluruh penjelasannya: manusia pada dasarnya malas, serakah, dan penakut, dan mencari cara paling mudah untuk mendapat apa yang diinginkannya sambil menghindari bahaya. Menurut Morris, justru sifat itu yang mendorong perubahan, dan hampir tidak ada yang tahu sedang mengerjakan apa waktu perubahannya terjadi.
Bagian Dua: dipasang ke sejarah, bab 4 sampai 10
Tujuh bab yang mengikuti garisnya naik turun. Timur mengejar, lalu menyusul, lalu memimpin selama berabad-abad, lalu tersalip. Yang menarik dari bagian ini bukan kesimpulannya, tapi tempat-tempat garisnya patah: setiap kali sebuah wilayah maju cukup jauh, wilayah itu menabrak batas yang sama, dan batas itu diterangkan dengan istilah yang dipinjamnya dari ilmu masyarakat.
Wabah, iklim, kelaparan, perpindahan penduduk, dan runtuhnya negara muncul berulang di titik-titik yang mirip.
Bab terakhir: ramalannya
Bab penutup memakai garis yang sama untuk membayangkan abad ini, dan menyimpulkan dua hal yang bertabrakan: garisnya menunjuk Timur akan menyalip lagi sekitar pertengahan abad, dan pada saat yang sama garis itu naik begitu curam sehingga pertanyaan siapa yang memimpin mungkin tidak lagi berarti apa-apa.
Yang jadi jantungnya
- Bab 3. Kalau waktunya cuma cukup untuk satu bab, ambil yang ini, karena di situ alat ukurnya dibuka berikut batasnya, dan tanpa itu grafiknya gampang dipercaya melebihi yang pantas.
- Bab tentang abad keenam, tempat wabah, iklim, dan runtuhnya kekuasaan bertemu di tahun yang sama di dua ujung benua.
- Bab penutupnya, dibaca sebagai dua berita yang bertabrakan, bukan satu.
Yang boleh dilewat
- Sebagian besar bab 4 sampai 8 kalau sejarah dunia sudah dikenal. Bentuknya berulang: satu zaman, satu naik turun, satu penjelasan yang sama.
- Bagian yang membandingkan dirinya dengan buku lain, yang porsinya cukup besar.
- Lampiran hitungan angkanya, kecuali kalau memang mau memeriksa cara menyusunnya.
Yang jangan ditelan bulat-bulat
Empat hal yang dihitung Morris memang bisa dihitung, dan itu justru soalnya: yang bisa dihitung belum tentu yang menentukan. Tenaga, ukuran kota, kemampuan berperang, dan kecepatan kabar semuanya mengukur besarnya kekuatan, dan tidak satu pun mengukur bagaimana kekuatan itu dipakai atau siapa yang menanggung ongkosnya. Sebuah wilayah bisa naik angkanya justru karena memerah wilayah lain, dan garisnya tidak membedakan itu.
Morris sendiri menyebut sebagian angkanya kasar, dan pengakuan itu perlu ikut dibawa. Yang tersisa sesudahnya tetap berharga: pertanyaannya jelas, alat ukurnya terbuka untuk diperiksa siapa saja, dan itu lebih jujur daripada kebanyakan buku sejenis.
Kalau buru-buru
Bab 1, 3, dan bab penutupnya. Tiga bab, dan yang terbawa pulang sudah lumayan: kenapa dua jenis jawaban yang biasa dipakai ditolak, bagaimana angka yang jadi tulang bukunya disusun berikut batasnya, dan dua kesimpulan yang bertabrakan yang ditarik penulisnya sendiri dari satu garis yang sama.