Kennedy menghitung sendiri bahwa Inggris semestinya memegang tiga persen dunia, lalu memperlakukan turunnya dari dua puluh lima sebagai gejala penyakit.

Kennedy menerbitkan buku ini pada 1987, dan sepanjang delapan ratus halaman ia mengerjakan satu hal yang membosankan: membukukan. Berapa penduduknya, berapa tonase kapal dagangnya, berapa ton besi bajanya, berapa yang habis untuk tentara.

Dalilnya keluar dari pembukuan itu. Kekayaan membiayai tentara, tentara menjaga kekayaan, dan negara yang sanggup menjaga timbangan itu cukup lama akan naik. Yang gagal menjaganya akan turun. Tidak ada bangsa pilihan, tidak ada takdir, tidak ada campur tangan langit.

Ini buku neraca, dan judulnya menjanjikan barang yang lain. Neracanya bisa diperiksa. Lengkung naik lalu turun yang dijanjikan judulnya bukan temuan yang keluar dari angka itu; urutan itu dipasang di atasnya sesudah angkanya rapi.

Bunyi asli istilah yang telanjur beredar

Dua kata dari buku ini hidup lebih lama daripada bukunya: imperial overstretch, kelewat regang. Aslinya di halaman 732:

"the sum total of the United States' global interests and obligations is nowadays far larger than the country's power to defend them all simultaneously."

Seluruh kepentingan dan kewajiban Amerika di dunia sekarang jauh lebih besar daripada kemampuan negeri itu menjaga semuanya sekaligus.

Jadi yang disebut kelewat regang bukan kesombongan dan bukan kemerosotan akhlak, tapi selisih antara daftar kewajiban dan kemampuan menanggungnya. Lalu bagian yang memutar mesinnya, di halaman tiga puluh satu:

"Great Powers in relative decline instinctively respond by spending more on 'security,' and thereby divert potential resources from 'investment' and compound their long-term dilemma."

Kekuatan besar yang bagiannya sedang menyusut punya naluri menanggapinya dengan menambah belanja keamanan, dan dengan begitu mengalihkan sumber daya yang sebenarnya bisa ditanamkan, lalu memperberat kesulitannya sendiri untuk jangka panjang.

Dua kalimat itu isi seluruh bukunya. Sisanya lima abad bukti.

Neraca yang sama, dipasang ke meja kerja

Hitungan yang sama jalan di ukuran yang jauh lebih kecil, dan di situ bentuknya paling gampang dikenali.

Proyek datang dari atas satu per satu. Tiap satunya masuk akal waktu diminta, sudah telanjur dijawab sanggup, dan tidak bisa ditarik kembali tanpa ada yang kehilangan muka. Orangnya tetap dua. Yang bertambah cuma daftarnya.

Yang dipotong duluan selalu pekerjaan yang tidak punya penagih: membereskan data yang lama berantakan, melatih orang, menulis ulang prosedur yang tiap tahun bikin salah. Padahal justru itu yang menaikkan kemampuan menanggung daftar tadi, dan justru itu yang paling gampang ditunda.

Dan tanggapan yang paling gampang diambil biasanya menambah pengawasan. Saya pernah menjalankan rapat mingguan yang isinya menagih janji, dan beberapa minggu memang jalan. Sesudah itu rapatnya kendur jadi rapat laporan: tetap satu jam, tetap semua hadir, tetap tidak ada yang berpindah. Satu jam itu diambil dari waktu mengerjakan daftarnya.

Bentuknya sama persis dengan negara yang menambah belanja keamanan lalu kehabisan tenaga mengurus dirinya sendiri. Ukurannya saja yang beda.

Jepang, dan kalimat yang paling cepat basi

Buku yang meramal pantas dinilai seperti rapor, dan rapor yang satu ini campur. Yang paling meleset Jepang:

"In computers, robotics, telecommunications, automobiles, trucks, and ships, and possibly also in biotechnology and even in aerospace, Japan will be either the leading or the second nation. In finance, it may by then be in a class of its own."

Di komputer, robot, telekomunikasi, mobil, truk, dan kapal, dan mungkin juga di bioteknologi bahkan di kedirgantaraan, Jepang akan jadi negara pertama atau kedua. Di bidang keuangan, pada saat itu Jepang mungkin sudah tidak ada bandingnya.

Tiga tahun sesudah kalimat itu terbit, harga tanah dan saham di Tokyo runtuh, dan yang menyusul tiga dasawarsa pertumbuhan yang nyaris berhenti.

Cina kena. Ia menulis Cina akan punya keluaran ekonomi yang sangat besar dalam waktu yang relatif singkat, dan itu memang terjadi.

Uni Soviet setengah kena. Kelelahannya ia lihat dengan benar, tapi bubarnya datang lebih cepat dan jauh lebih sunyi daripada yang sanggup ditampung modelnya. Neraca yang menghitung keluaran baja dan jumlah divisi tidak punya kolom untuk negara yang selesai tanpa satu pun pertempuran. Dan Amerika, sasaran utama peringatannya, justru menjalani tiga dasawarsa paling dominan dalam sejarahnya sesudah buku ini terbit.

Bentuknya dipakai lagi sesudahnya. Ray Dalio menyusunnya ulang jadi siklus besar pada 2021, dan itu ada di The Changing World Order. Graham Allison memakai neraca yang sama untuk mengumpulkan enam belas kasus kekuatan yang naik berhadapan dengan kekuatan yang mapan, dua belas di antaranya berakhir perang, di Destined for War.

Mesinnya memang mesin Kennedy. Yang membedakan cuma seberapa berani mereka menarik jadwalnya.

Dua puluh lima persen yang tidak pernah wajar

Di halaman 756 ada satu hitungan yang jarang ikut dikutip.

"the geographical size, population, and natural resources of the British Isles would suggest that it ought to possess roughly 3 or 4 percent of the world's wealth and power, all other things being equal"

Kalau dilihat dari luas, jumlah penduduk, dan kekayaan alamnya, Kepulauan Inggris semestinya memegang kira-kira tiga sampai empat persen kekayaan dan kekuatan dunia, seandainya semua hal lain setara.

Pada puncaknya mereka memegang sekitar dua puluh lima persen. Dan soal Amerika pada 1945, Kennedy menulis kedudukannya waktu itu belum pernah ada duanya sekaligus tidak alami, sebab sebagiannya datang dari lemahnya negara lain untuk sementara.

Di sini saya berhenti ikut. Kalau titik berangkatnya memang tidak wajar, turun dari titik itu bukan gejala penyakit. Itu hitungan yang memang harus terjadi begitu negara lain pulih. Bagian sebuah negara atas kekayaan dunia pasti mengecil tiap kali ada negara lain yang tumbuh, jadi menyusut secara nisbi akan selalu benar untuk siapa pun yang pernah di atas. Dalil yang susah dijatuhkan belum tentu dalil yang kuat.

Yang tersisa sesudah lengkungnya dicabut justru bagian terbaiknya: satu cara kerja yang bisa diperiksa di neraca mana pun, tanpa janji apa pun soal ke mana arahnya.

Di halaman berapa kita masuk

Kata Jawa muncul dua kali di seluruh buku. Sekali sebagai kerajaan Hindu yang ditumbangkan pasukan Muslim pada awal abad keenam belas, sekali lagi dalam daftar wilayah yang direbut Inggris pada 1811, sebaris dengan Ambon dan Banda. Majapahit tidak muncul sama sekali.

Sesudah orang Eropa datang, kita masuk lebih sering, dan tidak melulu sebagai barang. Sarekat Islam dicatat beranggota dua setengah juta orang pada 1919, sebaris dengan Gerakan Empat Mei di Cina, Ataturk di Turki, dan Gandhi di India. Belanda memenjarakan Sukarno dan membubarkan serikat buruh pada akhir 1920-an. Untuk 1965 tersedia satu anak kalimat: tentara di sini memusnahkan partai komunis dengan keganasan yang besar.

Yang paling telak bukan itu. Kennedy mengutip wartawan Amerika yang pada awal 1950-an menggambarkan Asia sebagai permainan boling:

"The head pin was China. It is down already. The two pins in the second row are Burma and Indochina. If they go, the three pins in the next row, Siam, Malaya, and Indonesia, are pretty sure to topple in their turn."

Pin paling depan Cina, dan pin itu sudah jatuh. Dua pin di baris kedua Burma dan Indocina. Kalau keduanya jatuh, tiga pin di baris berikutnya, Siam, Malaya, dan Indonesia, hampir pasti roboh giliran mereka.

Tidak ada gunanya menuntut sejarawan Amerika hafal Majapahit. Buku yang mengukur kekuatan dari tonase kapal dan keluaran baja memang tidak punya kolom untuk tempat yang belum pernah menghitung keduanya, dan itu wajar.

Bentuk kemunculannya itu yang layak dicatat. Kita masuk bukan sebagai pemain yang sedang menghitung kekuatannya sendiri, tapi sebagai angka di hitungan orang lain.

Eropa menang karena tidak ada yang menang di Eropa

Pelajaran yang paling sering diambil orang dari buku ini justru yang ditulis penulisnya dengan paling hati-hati.

Eropa tidak pernah disatukan satu penguasa. Tiap kerajaan kecil punya cukup uang untuk membeli senjata dan mempertahankan diri, jadi tidak ada satu pun yang bisa menelan sisanya. Di Rusia, Jepang Tokugawa, dan India Mogul yang terjadi kebalikannya.

Yang jarang ikut dikutip kalimat sesudahnya:

"While this competitive interaction between the European states seems to explain the absence of a unified 'gunpowder empire' there, it does not at first sight provide the reason for Europe's steady rise to global leadership."

Persaingan antarnegara Eropa itu tampaknya menerangkan kenapa di sana tidak pernah berdiri satu kekaisaran mesiu yang menyatukan semuanya, tapi sekilas itu tidak menerangkan kenapa Eropa naik terus jadi pemimpin dunia.

Kennedy melihat lubangnya sendiri, menandainya, lalu jalan terus. Ian Morris menghitung Timur dan Barat dengan empat ukuran yang bisa diangkakan dan menemukan Timur unggul kira-kira seribu dua ratus tahun, yang bisa dilihat di Why the West Rules - For Now. Selama seribu dua ratus tahun itu Eropa juga terpecah-pecah. Kalau terpecah itu sebabnya, sebab itu diam delapan abad dulu sebelum mempan.

Terpecah-pecah itu syarat, bukan sebab. Dan syarat tidak menerangkan waktu.

Di halaman terakhirnya Kennedy menyadur satu kalimat Bismarck:

"all of these Powers are traveling on 'the stream of Time,' which they can 'neither create nor direct,' but upon which they can 'steer with more or less skill and experience.'"

Semua kekuatan besar itu sedang berlayar di atas arus Waktu, yang tidak mereka ciptakan dan tidak bisa mereka arahkan, tapi di atasnya mereka bisa mengemudi, sebagian dengan keterampilan dan pengalaman yang lebih baik daripada yang lain.

Kalimat itu terbaca lain dari sini. Selama berabad-abad kita bukan yang mengemudi. Kita bagian dari arusnya, dan rempah dari sini yang memancing kapalnya datang.

Satu angka yang persis bentuk neracanya

Kennedy menulis bahwa kekuatan besar jatuh bukan karena kalah perang, tapi karena kewajibannya lama-lama melewati kemampuan ekonominya membiayai kewajiban itu. Kelemahan dalilnya, garis itu cuma bisa ditunjuk sesudah lewat.

Sekarang ada satu angka yang bentuknya persis seperti garis tadi, dan angkanya diterbitkan tiap bulan.

Bunga yang dibayar pemerintah Amerika atas utangnya naik terus: 344,7 miliar dolar pada 2020, lalu 659,2 pada 2023, 881,7 pada 2024, dan 970,4 pada 2025. Untuk tahun anggaran 2026, Kantor Anggaran Kongres menaksirnya menembus satu triliun dolar. Pada tiga bulan pertama tahun anggaran 2026, bunga bersihnya 270,3 miliar dolar, dan angka itu sudah melewati belanja pertahanan pada periode yang sama.

Bunga utang sekarang pos belanja terbesar kedua di sana, di bawah jaminan hari tua, dan sudah di atas pertahanan maupun jaminan kesehatan.

Itu bukan kewajiban militer yang melewati kemampuan ekonomi. Itu kewajiban keuangan yang melewati kewajiban militer, dan ia tumbuh sendiri tanpa ada yang memutuskan menambahnya.

Kennedy tidak menyediakan kotak untuk bentuk yang ini. Bukunya menghitung ongkos memegang kedudukan: pangkalan, kapal, tentara di negeri orang. Ongkos yang sekarang paling cepat naik ongkos atas keputusan yang sudah diambil bertahun-tahun lalu, dan tidak ada satu pun pangkalan yang bisa ditutup untuk menguranginya.

Yang masih menggantung buat saya bukan soal negara. Neraca ini cuma bisa dibaca sesudah bukunya ditutup, dan tidak ada yang pernah sanggup membaca kedudukannya sendiri selagi masih di dalamnya. Kewajiban yang sudah melewati kemampuan tetap terasa sanggup dipegang sampai satu hari ada yang jatuh. Di meja saya sendiri pun saya belum tahu cara menandai garis itu sebelum lewat.

Baca berikutnya