Satu syarat yang saya bawa dari Taleb: yang memutuskan harus ikut kena. Teorinya boleh tinggal di bukunya.

Robert Rubin, bekas Menteri Keuangan Amerika, membawa pulang lebih dari 120 juta dolar dari Citibank sepanjang sepuluh tahun sebelum bank itu ambruk pada 2008. Waktu banknya diselamatkan pakai uang pembayar pajak, ia tidak menulis satu cek pun. Yang ia lakukan menyebut ketidakpastian sebagai alasan.

Taleb menamai pola itu dengan nama orangnya, the Bob Rubin trade: untung disimpan sendiri, rugi diserahkan ke orang lain, dan waktu ruginya datang, salahkan nasib.

"Heads he wins, tails he shouts 'Black Swan.'"

Kalau koinnya kepala dia menang, kalau ekor dia berteriak angsa hitam.

Kita punya versi yang lebih dekat dan lebih mahal. Dana talangan yang dikucurkan bank sentral ke bank-bank yang sekarat pada 1997 dan 1998 jumlahnya di kisaran 144 triliun rupiah. Sebagian besarnya, menurut audit BPK, dipakai menyimpang dari tujuannya, termasuk mengalir ke kelompok usaha pemilik banknya sendiri, dan bunga surat utang penambal lubang itu masih dibayar dari anggaran negara sampai sekarang. Pemilik banknya, sebagian besar, tidak menulis cek juga.

Buku ini berisi satu syarat dan banyak sekali hal lain. Syaratnya yang saya bawa pulang.

Risiko disimpan di pojok, dan pojoknya sudah dikenal sejak Hammurabi

Aturan Hammurabi yang paling terkenal umurnya hampir empat ribu tahun:

"If a builder builds a house and the house collapses and causes the death of the owner of the house—the builder shall be put to death."

Kalau tukang membangun rumah lalu rumahnya roboh dan menewaskan pemiliknya, tukangnya dihukum mati.

Taleb tidak membacanya sebagai aturan kejam. Cara paling gampang menyembunyikan risiko, tulisnya, menaruhnya di pojok: di kelemahan terhadap kejadian langka yang cuma tukangnya sendiri bisa lihat, sambil memastikan sudah jauh waktu robohnya tiba. Hammurabi menutup jalan itu dengan mengikat tukangnya ke rumahnya.

Ia mengutip seorang bankir Inggris tua yang memberinya nasihat karier waktu ia baru lulus:

"I give long-term loans only. When they mature I want to be long gone. And only reachable long distance."

Saya cuma memberi pinjaman jangka panjang. Waktu jatuh tempo, saya mau sudah jauh, dan cuma bisa dihubungi dari jarak jauh.

Bonus bankir yang belakangan ketahuan salah baru mulai ditarik kembali pada 2008, dan yang memulainya orang Swiss. Sebelum itu tidak pernah.

Di perbankan sini polanya sama dan tidak perlu bankir Inggris. Kredit lima tahun diputus oleh pejabat yang dua tahun lagi pindah cabang. Waktu kreditnya macet, yang menagih orang lain, yang dinilai kinerjanya orang lain, dan yang memutus dulu sudah menerima bonus dari tahun waktu kreditnya masih lancar. Tidak ada yang berbuat curang di situ. Pojoknya saja yang tidak pernah ditutup.

Syarat yang saya bawa, dan kenapa cuma itu

Dari semua buku Taleb, yang terpakai kata-katanya, bukan teorinya. Antifragile, via negativa, dan sekarang skin in the game.

Yang ini paling melekat karena bentuknya syarat, bukan teori. Yang mengambil keputusan harus ikut menanggung akibatnya. Kalau tidak, keputusannya tidak bisa dipercaya, sepintar apa pun alasannya.

Syarat itu berdampingan dengan satu ukuran lama untuk menilai orang: berani menanggung akibat pilihannya sendiri, atau tidak. Kebalikannya yang paling cepat menghabiskan kepercayaan, yaitu menyalahkan orang lain atas pilihan sendiri. Rubin yang menyebut ketidakpastian itu bentuk paling mahal dari kebiasaan itu. Bentuk paling murahnya ada di kantor mana pun.

Saya pernah menjalankan rapat mingguan yang isinya menagih janji: siapa berjanji apa pekan lalu, sudah atau belum. Beberapa minggu rapat itu tajam, lalu kendur, lalu berubah jadi rapat laporan. Waktu itu yang kelihatan kendur orangnya. Yang sebenarnya kendur taruhannya. Janji yang meleset tidak pernah punya akibat buat yang berjanji, dan janji tanpa taruhan memang pelan-pelan berubah jadi laporan.

"You will never fully convince someone that he is wrong; only reality can."

Kita tidak akan pernah benar-benar bisa meyakinkan orang bahwa ia salah. Cuma kenyataan yang bisa.

Dibaca sesudah rapat tadi, kalimat itu keterangan kenapa rapatnya kendur: yang mengoreksi orang bukan argumen tapi akibat, dan rapat itu dibangun tanpa akibat.

Yang paling keras kepala yang menang

Di luar dunia keuangan, isi buku ini yang paling sering dikutip soal minoritas yang tidak mau kompromi. Cukup tiga sampai empat persen penduduk yang tidak bisa ditawar, dan seluruh penduduk mengikuti seleranya. Kuncinya bukan kekuatan mereka, tapi ongkos yang timpang:

"A kosher (or halal) eater will never eat nonkosher (or nonhalal) food, but a nonkosher eater isn't banned from eating kosher."

Yang makan halal tidak akan pernah makan yang tidak halal, sedangkan yang tidak peduli halal tidak dilarang makan yang halal.

Maka di Inggris, dengan muslim yang taat cuma tiga sampai empat persen, porsi yang sangat besar dari daging yang dijual di sana halal. Mengalah ke yang keras kepala lebih murah daripada menyediakan dua jalur.

Di sini hitungan itu kelihatan tanpa perlu minoritas. Rumah makan yang pemiliknya bukan muslim tetap memasang tulisan halal di kacanya, bukan karena diminta siapa-siapa, tapi karena yang peduli tidak akan masuk kalau tulisannya tidak ada, dan yang tidak peduli tetap masuk. Hitungan itu sudah jalan sendiri puluhan tahun. Lalu negara datang mewajibkannya lewat undang-undang, lengkap dengan lembaga, tarif, dan masa tenggang. Yang tadinya diurus timpangnya ongkos sekarang diurus kantor, dan kalau kasus ini sampai ke tangan Taleb, pertanyaan pertamanya pasti siapa yang sekarang dibayar untuk mengurus hal yang dulu gratis.

Cara memiliki orang secara sah

Judul babnya memang begitu. Taleb membukanya dengan biarawan pengembara abad kelima yang hidup dari mengemis, bebas dari lembaga mana pun, dan dilarang gereja dua kali. Sebabnya ia tulis terang:

"Complete freedom is the last thing you want if you have an organized religion to run."

Kebebasan penuh itu hal terakhir yang kamu inginkan kalau kamu sedang menjalankan agama yang terorganisasi.

Perusahaan sama saja. Karyawan tetap lebih disukai daripada tenaga lepas karena punya lebih banyak yang bisa hilang, dan orang yang punya banyak yang bisa hilang bisa diandalkan. Budak terbaik, tulisnya, orang yang digaji berlebih dan tahu itu, lalu takut kehilangan kedudukannya.

Satu kalimatnya pahit buat siapa pun yang gajinya bergantung pada penilaian atasan:

"People whose survival depends on qualitative 'job assessments' by someone of higher rank in an organization cannot be trusted for critical decisions."

Orang yang hidupnya bergantung pada penilaian kerja dari atasannya tidak bisa dipercaya untuk keputusan yang genting.

Orangnya tidak lemah. Taruhannya saja salah tempat: yang ia jaga penilaiannya, bukan hasilnya.

Rantainya makin kencang tiap kali cicilan bertambah satu. Rantai itu baru saja saya tambah satu, dengan sadar. Mencicil rumah dan memutar sisanya lebih masuk akal di atas kertas daripada membeli tunai, dan buku ini menambahkan satu baris yang tidak ada di hitungan mana pun: tiap cicilan juga menambah jumlah hal yang membuat orang lebih gampang diatur.

Jangan seberangi sungai yang rata-rata dalamnya semeter

Bab yang menurut Taleb sendiri paling penting ditaruh paling belakang.

Seratus orang pergi ke kasino satu hari, masing-masing dengan modal yang sama. Sebagian menang, sebagian kalah, dan dari hasilnya bisa dihitung berapa keuntungan rata-rata kasino. Lalu satu orang pergi ke kasino seratus hari berturut-turut dengan modal yang sama. Di hari kedua puluh delapan ia bangkrut. Tidak ada hari kedua puluh sembilan.

Hampir semua hitungan untung-rugi yang kita pakai mengandaikan yang pertama, padahal kita hidup di yang kedua.

"If you incur a tiny probability of ruin as a 'one-off' risk, survive it, then do it again (another 'one-off' deal), you will eventually go bust with a probability of one hundred percent."

Kalau kamu mengambil kemungkinan kecil untuk hancur sebagai risiko sekali saja, selamat, lalu mengambilnya lagi sebagai risiko sekali saja yang lain, cepat atau lambat kamu pasti bangkrut.

Aturan hidupnya ia ringkas jadi satu kalimat: jangan pernah menyeberangi sungai yang rata-rata dalamnya empat kaki. Rata-rata tidak menenggelamkan orang. Bagian yang dalam yang menenggelamkan.

Dari sini dana darurat yang tidak boleh disentuh mendapat alasannya yang sebenarnya. Bukan supaya tenang, tapi supaya tidak pernah ada hari kedua puluh delapan. Ini juga yang menyambung ke The Black Swan: pertanyaannya bukan seberapa sering kita benar, tapi kalau salah masih bisa bangun atau tidak.

Teori yang tidak ikut dibawa pulang

Ada bab panjang tentang golongan yang ia sebut Intellectual Yet Idiot, orang terpelajar yang pintar menjelaskan dan tidak pernah menanggung apa-apa. Gagasannya benar dan sudah selesai di satu alinea. Sisanya hinaan yang dibukukan, ditutup dengan ukuran bahwa golongan ini bahkan tidak angkat beban.

Bab itu punya bahayanya sendiri, dan bahayanya cuma kelihatan waktu dipakai. Golongan tadi terlalu gampang diisi. Siapa pun yang mengomentari pekerjaan kita tanpa ikut mengerjakannya muat ke dalamnya, dan sekali seseorang dimasukkan ke situ, keberatannya tidak perlu dijawab lagi.

Kesempatan memakainya datang belakangan ini. Cacat pada barang buatan sendiri yang jalan di kantor lebih sering sampai ke telinga daripada kabar bahwa barangnya dipakai. Kalimatnya sudah tersedia: yang mengeluh tidak ikut menanggung apa pun. Diperiksa sebentar, kalimat itu salah alamat. Yang menanggung kalau alatnya keliru justru mereka, sebab angka yang keluar dari situ dipakai untuk pekerjaan mereka, dan yang menghadap ke atas membawa angka itu juga mereka. Yang paling sedikit menanggung malah yang membuat alatnya.

Syaratnya tetap berlaku, cuma arah panahnya harus diperiksa dulu sebelum dilepas. Siapa yang benar-benar kena kalau ini salah. Kalau jawabannya bukan orang yang sedang bersuara, syarat ini sedang tidak menolong siapa-siapa. Yang terjadi cuma satu: syarat itu dipinjam untuk berhenti mendengarkan.

Lalu nasihat dokter bedah: kalau harus memilih antara dokter yang tampak seperti dokter dan yang tampak seperti tukang jagal, ambil tukang jagalnya, sebab orang yang sampai di sana tanpa modal penampilan pasti punya kelebihan yang sungguhan. Syaratnya ia sebut sendiri, dua-duanya harus sudah sama-sama berhasil. Di sini syarat itu yang jarang terpenuhi, sebab yang tidak tampak seperti dokter sering tidak pernah diberi pasien pertamanya. Kelas kawannya Terry lebih dekat ke keadaan kita: dua pembicara, satu rapi dan lancar, satu berantakan, dan mahasiswanya menebak yang rapi lebih berhasil. Penyaringan di mana-mana memang meloloskan keyakinan diri lebih dulu daripada kecakapan, dan itu keterangan tentang saringannya, bukan tentang orangnya.

Soal aturan menyeluruh, ia benar bahwa kita tahu apa yang buruk jauh lebih jelas daripada apa yang baik, dan aturan perak, jangan perlakukan orang seperti yang tidak kamu inginkan, lebih bisa dipegang daripada aturan emas. Tapi ia tidak memasang batas. Vaksin, sanitasi, dan pemberantasan malaria semuanya urusan besar yang dirancang orang yang tidak kenal siapa pun yang mereka tolong, dan kata vaksin tidak muncul sekali pun di bukunya.

Kata antifragile sendiri sudah dibahas di catatan Antifragile, dan buku ini menurut pengakuannya lahir dari satu bagian di sana: jangan jadi antifragile dengan ongkos orang lain.

Delapan puluh tahun cicilan untuk janji yang diucapkan sekali

Kereta cepat Jakarta-Bandung dulu dijual dengan satu janji yang gampang diingat: murni antarperusahaan, tidak memakai uang negara, tidak dijamin negara.

Sampai 2026 janji itu sudah selesai umurnya. Utangnya disebut sekitar 116 triliun rupiah. Pemerintah menyatakan pelunasannya memakai APBN. Susunan pembayarannya diperpanjang sampai delapan puluh tahun, dengan cicilan di kisaran satu triliun setahun. Urusan kewajibannya sendiri dipindahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.

Delapan puluh tahun itu angka yang perlu dibaca pelan-pelan. Orang yang menandatangani kesepakatannya, orang yang mengucapkan janji tadi, dan orang yang meresmikan keretanya, tidak seorang pun akan masih ada waktu cicilan terakhirnya dibayar. Yang membayar cicilan tahun ketujuh puluh itu orang yang sekarang belum lahir.

Bukunya menyediakan kalimat untuk ini, dan kalimatnya sudah dipasang di bagian atas. Risiko yang dipindahkan tidak hilang; ia cuma berpindah ke orang yang tidak ikut memutuskan. Penjaminan negara memang bukan penghapus risiko. Ia pengubah jadwal dan pengubah alamat tagihan.

Yang tidak ada di sini bagian Hammurabi. Tidak ada satu pun yang berkurang apa-apanya waktu janji itu ternyata tidak ditepati. Tidak ada jabatan yang lepas, tidak ada nama yang dicatat, dan proyek berikutnya akan dijual dengan kalimat yang bentuknya sama.

Rubin tidak menulis cek. Pemilik bank yang ditalangi 1998 sebagian besar tidak menulis cek. Bankir Inggris itu sudah jauh waktu pinjamannya jatuh tempo.

Saya tidak sedang berdiri di luar daftar itu. Ada rencana yang pernah saya susun dan meleset di lapangan, dan yang menanggung repotnya orang lain. Cek itu tidak pernah ditulis juga, dan tidak ada yang menagihnya.

Yang bertahan dari buku ini bukan cara memperbaiki dunia, tapi satu pertanyaan yang lebih gampang ditanyakan ke orang lain daripada ke diri sendiri: dari semua pendapat yang saya pegang, berapa yang kalau salah ongkosnya jatuh ke saya sendiri?

Infografis

Infografis Skin in the Game bahasa Indonesia Buka ukuran penuh

Baca berikutnya